News Pantai Barat

Juni 27, 2009

Pedagang Protes KSU

Diarsipkan di bawah: New — jaka @ 2:41 am

Terancam Gulung Tikar

Belasan pedagang kelontongan serta peralatan nelayan yang berjualan di Komplek Nelayan Ujong Serangga, Kecamatan Susoh Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) kini terancam gulung tikar setelah sebuah toko swalayan ikut berjualan di wilayah itu.

Para pedagang eceran memprotes kehadiran toko swalayan milik Koperasi Serba Usaha (KSU) yang mengelola dana APBA Rp2,9 milyar itu.

Wakil pedagang kios eceran, Suwardi Senin (22/6) mengatakan usaha mareka terancam tutup karena sering tidak sejak hadirnya swalayan milik koperasi. “Kami sudah layangkan surat keberatan kepada Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Abdya,” kata Suwardi.

Suwardi mengharapkan wakil rakyat di kabupaten itu meninjau kembali keberadaan toko swalayan milik koperasi itu. Seharusnya koperasi milik nelayan itu untuk membantu dana  kepada kios-kios kecil untuk menambah modal usaha, bukan pesaing yang menjadi pembunuh usaha mereka.

Sementara itu Ketua Koperasi Serba Usaha, Zulisman secara terpisah menyebut kehadiran toko swalayan diperuntukkan untuk nelayan di kawasan Ujong Serangga, terutama saat akan melaut, Nelayan dapat mengambil barang di swalayan saat melaut dan membayarnya usai melaut, sebut Zulisman

Sementara itu Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menegah Abdya Drs. Syarifuddin mengatakan keberadaan toko swalayan untuk memudahkan nelayan di kawasan ujong Serangga, dan kehadiran KSU semata mata untuk kesejahteraan nelayan yang menjadi anggotanya

Dewan Abdya Desak Polisi Usut Tuntas Kasus Foto Bupati

Diarsipkan di bawah: New — jaka @ 2:38 am

Pimpinan DPR Kabupaten Aceh Barat Daya mendesak pihak kepolisian mengusut tuntas kasus foto mesra Bupati Aceh Barat Daya, Akmal Ibrahim SH dengan seorang perempuan yang disebutkan Ahli telematikan, Roy Suryo 80 persen bukan Ida Agustina.

“Polisi harus kejar pernyataan Roy (Roy Suryo-red) itu, dan harus diusut tuntas, sehingga masyarakat tidak resah lagi,” kata Wakil Ketua DPRK Asmadi, SmHk dalam satu peryataan Senin (22/6) siang.

Hal senada juga disampaikan Ketua DPRK Abdya secara terpisah ketika dihubungi, menurut Said pihak  kepolisian harus menjawab keraguan masyarakat serta wakil rakyat di  kabupaten itu tentang identitas perempuan itu, “Polisi harusnya menjawab itu,” ungkap Said

Namun demikian bila pernyataan Roy tidak benar, maka kepolisian juga harus menuntut balik Roy Suryo karena telah memberikan rasa tidak aman kepada warga Abdya. Anggota Dewan kata Said juga akan memberikan dukungan pada kelurga Akmal Ibrahim untuk mengugat kembali Roy Suryo. “Kita harus tunjukkan bahwa kita siap salah, dan siap menuntut kembali demi kewibawaan daerah,” ungkap Said

Sebelumnya Roy mengeluarkan peryataan dua kali secara terpisah, pertama Roy menyebut perempuan dalam foto bersama Akmal dalam satu ranjang bukan Ida Agustina yang tak lain Istri Akmal, peryataan kedua disampaikan Roy di saat menjadi saksi ahli di Pengadilan Negeri Tapaktuan atas kasus pencemaran nama baik yang di sangkakan kepada 4 tersangka warga Abdya karena dituduh menyebarkan foto Akmal dan perempuan.

Sementara itu, kasus pencemaran nama baik yang disangkakan kepada Roy Suryo oleh Akmal Ibrahim yang kini ditangani oleh Poltabes Kota Banda Aceh belum juga menunjukkan perkembangan, terlebih permintaan polisi agar  Akmal Ibrahim menyerahkan HP/telepon genggam miliknya belum juga terealisasi, hingga pengusutan atas kasus itu mandek

Waspadai Upal Beredar Menjelang Pilpres

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — jaka @ 2:34 am

Pegawai BRI Aceh Terlibat

Menjelang pemilihan presiden polisi Kota Besar Banda Aceh berhasil mengungkap peredaran uang palsu, Minggu (7/6) pekan lalu Ramli, seorang Pegawai Bank Rakyat Indonesia di Aceh di bekuk polisi karena di duga terlibat.

Sebuah sumber polisi di Banda Aceh Jumat (12/6) malam, menyebut bersama Ramli juga disita Rp12 juta uang palsu pecahan Rp100 ribu dari kediamannya di Kawasan Lamcie, Peukan Bada pada Minggu (7/6) lalu.

Muhammad Mahmud, AMBM Kanca BRI Banda Aceh, yang di hubungi Waspada Sabtu (13/6) pagi membenarkan Ramli ditangkap polisi, “Kita tahu sudah ditangkap, sejak senin dia (ramli) tidak masuk kantor, tapi kita tidak tahu kasusnya,” ungkap Muhammad.

Sementara Kapoltabes Banda Aceh, AKBP Syamsul Bahri yang di hubungi memilih bungkam, namun sumber waspada menyebut sejumlah keterlibatan sejumlah orang penting di Aceh terlibat, bahkan seorang mantan kombatan GAM, Tgk Saiki juga terlibat.

Kronologis kejadian berawal ketika satu kedai grosir di Banda Aceh merasa di rugikan setelah seorang pelaku mengunakan uang palsu membeli kebutuhan di kadainya.

Dari sanalah polisi berhasil mengungkap kasus tersebut, kini polisi masih mencari tokoh utama pembuat uang palsu tersebut, berikut mesin pencetaknya.

Kasus itu merupakan pengungkapan terbesar upal di Aceh tahun ini, karena disamping uang yang diamankan berjumlah besar, dan beredar menjelang pilpres.

Blog pada WordPress.com.