News Pantai Barat

Oktober 8, 2008

Heboh Foto Bupati Abdya

Filed under: New — jaka @ 11:53 am

Camat Abdya Copot Tanda Jabatan
MPU Desak Polisi Ungkap Identitas Perempuan dalam dekapan Bupati

Sembilan Camat di lingkungan Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mencopot tanda jabatan sebagai bentuk solidaritas terhadap Bupati setempat yang meminta tegaknya hukum di Abdya.

Sikap itu ditempuh setelah belum jelasnya penanganan kasus penyebaran foto/stiker Akmal Ibrahim SH diatas ranjang dengan seorang perempuan yang di kleim sebagai Istrinya, Ida Agustina.

Sehari sebelumnya Bupati Abdya Akmal Ibrahim,SH menyampaikan pernyataan tidak akan memakai baju dinas sejauh hukum belum tegak di wilayah itu.

Sementara itu ulama di Abdya akan menemui pihak kepolisian mempertanyakan identitas perempuan dalam dekapan Bupati Abdya, Akmal Ibrahim SH yang telah membuat heboh kabupaten itu sejak akhir Ramadhan lalu.

“Saat ini kita hanya bisa menyampaikan kepada masyarakat untuk tidak terpengaruh dengan isu -isu yang menyesatkan dan fitnah, kita minta aparat penyidik untuk mengusut tuntas kasus ini terutama siapa perempuan itu” Kata Ketua MPU Abdya Tgk Abdurrahman Badar di hadapan Wartawan Rabu (8/10)

MPU sebelumnya telah menggelar sidang istimewa MPU pada Selasa (7/10), menyikapi perkembangan dan situasi yang terjadi di Kabupaten Abdya akhir akhir ini. “Kami belum mau mengeluarkan fatwa sebelum polisi mengungkap foto tersebut,” kata Tgk Abdurahman Badar

MPU menilai kasus tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena akan menimbulkan dampak negatif dan perpecahan dikalangan masyarakat terutama menyangkut penyebaran foto pribadi Alkmal Ibrahim yang dapat merusak dan menghancurkan martabat dan wibawa pimpinan.

”Karena itulah MPU mengeluarkan sikap agar masyarakat tidak terkotak kotat akibat isu yang menyesatkan itu,” kata Said Marwan Saleh Wakil Ketua MPU .

MPU berharap semua pihak tetap menjalin hubungan baik dan menghimbau kepada seluruh pemuka-pemuka Agama agar memberikan pembinaan dan penyuluhan kepada umat untuk selalu tetap menjaga persatuan dan saling menghargai dengan sesama.

“Kita juga meminta seluruh pimpinan, pejabat, ulama, pemuda, mahasiswa serta semua elemen masyarakat, agar meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta akhlaqul karimah dalam kehidupan sehari-hari terutama dalam keluarga.” ungkap Said Marwan

Seperti diberitakan foto Akmal Ibrahim dengan seorang perempuan di atas ranjang tersebar luas ditengah masyarakat pada malam takbiran. Foto tersebut juga tersebar melalui HP dan selebaran dalam bentuk stiker.

Sementara itu pihak kepolisian terus menangani kasus tersebarnya koleksi foto Bupati Abdya, Akmal Ibrahim SH dengan seorang perempuan yang belum jelas identitasnya.

Selain telah menahan Fazrul alias adek (21) sebagai pelaku penyebaran foto tersebut, polisi juga mengambil foto Ida Agustina (Istri sah Akmal Ibrahim) sebagai pembanding foto untuk mengungkap identitas perempuan misterius dalam dekapan Akmal Ibrahim itu.

Selaian desakan agar penyebar foto tersebut ditangkap, desakan lain yang diterima kepolisian adalah diungkapnya jati diri perempuan dalam foto itu

About these ads

30 Komentar »

  1. mana foto nya om.. share dong

    Komentar oleh andesconet — Oktober 9, 2008 @ 2:30 am | Balas

  2. Hohoho….
    Belum hilang2 juga itu mental2 penjilat pantat di kalangan pejabat lokal Abdya? :lol:

    Okelah… menyebarkan aib keluarga orang adalah salah. Dari pertama saya tidak setuju dengan kasak-kusuk utk menyebarkan foto tersebut. Ingat kasus video mesum DD-ES yang justru membuat keluarga dari kedua pelaku menderita tekanan mental. Saya ingat benar tentang anak Pak DD yang dilecehkan masyarakat dan seakan mesti kena “dosa turunan” yang justru tak ada dalam agama Islam. Masyarakat kita cenderung cepat menghakimi secara umum. Jadi, andaikan pun foto tersebut benar foto mesum si bupati itu, efeknya dipertimbangkan. Saya lebih suka jadi bandit dengan memeras itu bupati, daripada menyebarkan aib orang ke sekabupaten.

    Lebih lucu lagi kalo tukang2 PARKIR KELAMIN di Bandar Baru, Medan, juga jadi berlagak bersih belakangan ini :lol:

    Tapi… saya juga tidak melihat manfaat dari parade copot emblem itu. Untuk apa? Cari sensasi?

    Marwah? Sejak kapan pemimpin daerah yang tak segan mengeluarkan ucapan “anjing” dan “babi” di pidato depan publik jadi punya marwah? Sejak kapan di Aceh ada pemimpin yang melepas acara takbiran justru dengan curhat tentang dirinya dizalimi dan berkata “ia sudah memaafkan warga abdya” seakan ia sendiri tidak punya salah pada warga abdya?

    Hei hei… itu bupati justru mau saya tanyakan ucapannya yang tendensius di media massa bahwa “perantau Abdya adalah dalang kerusuhan” seperti yang keluar dua hari yang lalu. Itu pernyataan KAMPRET benar, karena menggeneralisasi semua perantau macam saya dan kawan-kawan. Sangat tendensius dan cenderung mencari kambing hitam.

    Apa perlu kita rusuhkan sekalian biar itu bupati dan kroni serta para pihak yang masih ambisi dengan kekalahan pilkada dan proyek-proyek jahanam mereka utk introspeksi diri sendiri?

    Ah, Bang… saya udah muak liat gesekan2 politik di Abdya ini. Cuma bisa gesek2 saja. Tusukkan sekali program yang mantap. Itu orang kampung masih berakit di luar kota, ini sama saja yang pro dan kontra bupati: tender… tender… tender…

    Mental inlander memang :lol:

    BTW, MPU kok juga macam kurang kerjaan ngurusi kasus yang tak jauh2 dari rebutan kekuasaan antara yang menang sama yang kalah pilkada itu? Bilang pak Said Marwan Cs utk tolong urusi itu biaya nikah orang2 muda macam kami ini. Jangan giliran ada yang zinah tereak2 moral dan agama anak muda keropos, giliran mberesi akar masalah diam macam batu. Urusan hidup itu tak jauh dari cipuik dan paruik, jadi tak usahlah itu para agamawan mau2nya digiring ke politisasi foto murahan demikian :evil:

    Komentar oleh alex® — Oktober 10, 2008 @ 1:44 pm | Balas

  3. [...] ringan dengan tema berganti-ganti namun berkaitan, mulai dari kisruh foto bupati Abdya yang (dituduh mesum) berpelukan dengan perempuan di ranjang, desas-desus tentang pemukulan di persimpangan terminal beberapa malam [...]

    Ping balik oleh the.tintamerah.info » Blog Archive » A New Baby Born — Oktober 10, 2008 @ 2:27 pm | Balas

  4. hihihihi…nanggroe syariat dgn semerbak maksiat…

    Komentar oleh m1qbal — Oktober 12, 2008 @ 5:21 pm | Balas

  5. untuk memecahkan masalah kita harus mengetahui inti permasalahan. dalam kisruh dan huru hara di abdya inti masalahnya adalah Mr. Akmal yang sok mengerti pemerintahan dan suka bicara kotor karena memang di dalam pikirannya kotor semua sampai-sampai berselingkuh dengan wanita lain lalu untuk menggiring opini publik agar tidak dituduh tidur sama perempuan lain terus mengaku perempuan itu adalah istrinya sendiri, sementara istrinya langsung stress melihat foto yang tidak hot tersebut (maunya langsung telanjang baru hot).
    Nah untuk menegmbalikan lagi kedamaian di Abdya kita harus selesaikan dulu inti masalahnya yaitu dengan membuang jauh Mr. Akmal yang suka tidur sama perempuan lain tersebut. Karena beliau tersebut memang tidak ada ilmu pemerintahannnya dan ilmu kepemimpinannya.
    Mohon maaf ya Mr. Akmal.

    Komentar oleh evan — Oktober 13, 2008 @ 12:30 am | Balas

  6. Myo bak Gamba lageenya…cit cukop le yang haroek.

    Komentar oleh Asoi — Oktober 13, 2008 @ 8:11 am | Balas

  7. Sekalian mau kasih info, sy dengar langsung dr kaki tangan si bupati gila ini, bahwa kalau dia ke Jakarta, hobbynya memang makan “ayam kampung” di hotel-hotel dan sang kaki tangan itu mewanti-wanti saya agar info jangan dibocorkan ke mana-mana.

    Tapi dengan beredarnya foto itu, entah istrinya atau bukan, sudah mendekati “jati diri sejatinya” sang bupati GR ini yang memang gila perempuan nakal.

    salam buat sang bupati Abdya, selamat menuai badai..

    Komentar oleh Desta — Oktober 14, 2008 @ 7:57 am | Balas

  8. Mengapa akmal dilecehkan, bahkan dicampak kecomberan setelah itu diinjak-injak lagi, mengapa oh mengapa, tentu anda semua, termasuk akmal masih ingat bagaimana sikap dan tindakannya terhadap pegawai kantor bupati dalam masalah bon minyak, miskupun belakangan orang-orang yang dituuh tidak terbukti, tapi dengan angkuhnya dia tidak pernah minta maaf, malah menjastifikasi dengan membuat pasantren kilat untuk orang-orang yang tidak bersalah, dia menghantam said syamsul bahri, ketua PAN dan ketua DPRK ABDYA, padahal dia naik menjadi mejadi bupati melalui partai PAN, dia mengganti seenaknya kepala danis, camat, dam dia mengstruktural guru SD menjadi Camat, dia memanifulasi lahan sawit seolah milik rakyat, padahal milik dia, patut diduga dia bersama T.B Herman terlibat mengkibuli petani dengan membeli hantraktor murahan, kadis pertanian ABDYA menurut saya juga terlibat, karena pelaksana proyek itu, selain TB. Herman juga adik iparnya. Lalu apa lagi dosa akmal di berhasil menipu sejumlah anggota SIRA dan KPA untuk mendukungnya dengan perjanjian tertulis akan membantu kedua partai itu, tapi nyatanya dia, menyuruh keucik-keucik untuk mendukung partai nasional, benar-benar munafik ini anak. di Wilayah Blangpidie lebih banyak yang berdoa untuk kehancurannya dari pada yang tetap mendukungnya. Karena dia pendendam yang kejam dan berhasil merendahkan martabat kemanusiaan dari anggota dan lembaga dewan dan sejumlah mantan pejabat di ABDYA. Ingat get tapubut get beunalah. Hukum karma tetap berlaku. Ingat dia mulai dengan politik uang dan uang atau bahkan perempuan akan menghancurkannya, karena jabatan amanah dan akan diminta pertanggung jawabannya.

    Komentar oleh eLmanggeng — Oktober 19, 2008 @ 3:45 pm | Balas

  9. KANJOPANG…….MAU’ FOTO DE’NA BAJU NAPPITANANGTO, FOTONA DOLOE OM…. SARE BAYAO KANJOPAAAANG……

    Komentar oleh abhi — Oktober 27, 2008 @ 5:14 pm | Balas

  10. saya berharap jangan mudah terprovokasi akan hal tersebut, akan tetapi bagi saya jika orang dari kelompok mana saja yang berbuat demikian langsung dipecat secara tidak hormat dan dipenjara tanpa diperiksa berkasnya sampai beberapa tahun tapi sesah juga karena dia sudah mempuyai uang tebusan itu uang rakyat juga……atau sebaiknya kita beri peluang bagi dia untuk wawancara test bermain dalam film blue dan kita cetak terus dijual,,,bagaimana ide saya.

    kinds Regards

    Komentar oleh Radja — Oktober 28, 2008 @ 4:08 pm | Balas

  11. jangan pernah suudzhon.kita harus punya filter,jangan cepat terpropokasi,semua dibalik ini ada yang punya kepentingan politik,,walau saya orang awam tapi saya gak mao terpropokasi

    nyo yang kuliah(mahasiswa)bek larut2 dalam urusan ini,apa kepentingan mahasiswa,peu na berubah nasib awakkah nyo terbukti poto nyan ,cuba pikee peng dikirem cit le ureung chik digampong,
    bagi yang bekerja,bekerja lah ka pikee breuh siare singoh bungoh,nyan kepentingan elite politik yang rakus,nyo ka meuteume jabatan luebeh dari nyan,orang2 nya sama dan kita tau semua kalau dia jadi pejabat , parah lom

    Komentar oleh David Bekham — Oktober 28, 2008 @ 5:00 pm | Balas

  12. Kebodohan dan kemunafikan bercampur menjadi satu, terlepas dari motif apapun perilaku ini jelas2 melanggar akhlak, apa kita yang ada disini mau melakukan itu ? bukan masalah terprovokasi atau tidak…. memalukan kalau yang mengatakan mendukung UU Pornografi ternyata penggemar pornografi bahkan pelaku pornografi sendiri…. Pagar makan tanaman namanya…

    Komentar oleh Meunasah di Tiro — Oktober 29, 2008 @ 1:33 am | Balas

  13. cuma bisa prihatin thok

    Komentar oleh Hedwig™ — Oktober 29, 2008 @ 5:06 am | Balas

  14. take your own risk..!!

    Komentar oleh ricohsanusi — Oktober 29, 2008 @ 6:20 am | Balas

  15. walah, pejabat kena kasus foto mesum lagi…

    Komentar oleh uwinarno — Oktober 29, 2008 @ 12:43 pm | Balas

  16. subhanallah…
    kapan negeri ini akan damai…?
    atau setidaknya punya usaha untuk menciptakan perdamaian..
    jangan cuma sibuk cari sensasi saja..

    Komentar oleh alisa — Oktober 29, 2008 @ 3:14 pm | Balas

  17. gue dr dulu dah ggak percaya dengan namanya pejabat!! lha ini buktinya terbongkar!!muak dech

    Komentar oleh jaulah — Oktober 30, 2008 @ 1:07 am | Balas

  18. Apa sih untungnya bantu nyebarin kjelekan orang ke publik? Kejelekan sendiri ga trhitung… Chafeks dech…………

    Komentar oleh amanah1111 — Oktober 30, 2008 @ 6:13 am | Balas

  19. BuPaTi sesuai dengan slogan yang dulu “Buka Paha Tinggi-Tinggi”, sekarang pengen lebih Tinggi lagi Bukanya…

    Komentar oleh riokur12 — Oktober 30, 2008 @ 6:15 am | Balas

  20. Pecat aja bupadi ABDYA
    ngapain di biarin
    DPRD tidur ya…………………..Udah di nkasih makan Urusan itu aja ngk becus,,,,,,,,,,,,,,,,Klo ngk jual aja ABDYA.jangan malu maluin,,,,,,,,,,,,,,,!

    Komentar oleh wandri — November 3, 2008 @ 10:20 am | Balas

  21. Saya di jakarta dengar malu………………ngk lepas222 dari maksalah,

    Komentar oleh wandri — November 3, 2008 @ 10:22 am | Balas

  22. kecewa saya hingga ngak tahu mau tulis apa lagi…………………………….
    Saya harap sih yang itu ngk benar
    tP kok bisa ya………….oi male
    HARAPAN saya kepada pihak yang berwenang jagan tinggal diam,,,,,,,,,,,,,,,!

    Komentar oleh wandri — November 3, 2008 @ 10:25 am | Balas

  23. munafik. itu kan terserah orang.

    Komentar oleh Ratu Adil Satria Pinandhita Sinisihan Wahyu — November 6, 2008 @ 6:24 am | Balas

  24. wandri, kamu kok kelihatan sekali jongkok nya
    banyak baca dong

    Komentar oleh nia — November 7, 2008 @ 5:16 am | Balas

  25. BUPATINYA DI PECAT….
    DPRDNYA DI 0BRAALLL….
    ABDYANYA DI JUAL……….
    ITUU SUDAAAHHH. . ..

    INI YANG NAMANYA PEMIMPIN ??????????? DI MANA SIFAT KEPEMIMPINAN DI ABDYA ????????????? BUKAN CUMA BUPATI TAPI YG LAN’A JUGA……. TERMASUK PIHAK KEPOLISIAN JGA, INGAATT… INI ERA REFORMASI BKAN 0RBA ( SOEHART0 BAJINGAN ) JGN SE ENAKNYA LO PERLAKUIN MASYARAKAT NJINK…
    BERANINYA KARNA ADA SENJATA,. ITU PUN SENJATA JAMAN BATU… MASIH KERENAN PELER………..
    POLISI BEG000…

    NAAH… BESOK KALAU ADA PILKADA PILIH PEMIMPIN YG KASIH DUIT, BERAS DAN SEGALA MACEM… KLAU DIA UDAH JADI BUPATI, TRUUS KORUPSI, DEM0…..
    DASAAR BEG0…… MALU- MALUIN…. WARTAWAN DI PILIH…
    WARTAWAN ITU PENGEMIS….. BUKAN PEMIMPIN……

    AHAHHAHAAHHAHAHAHHCHCHHAHCAHAHCHAHCAHWHAHHWHAHHWHAHAJKKKWKKAKWKKAKWKWAAAAAAAAHAHHHAAAAAAAA. .. . .. ..
    MATI AJA LO. .. . . .. . ……

    Komentar oleh r0y — November 7, 2008 @ 6:34 am | Balas

  26. [...] membangun. Bahkan, jika sudah dianggap oposan, maka putra asli daerah pun bisa dituding sebagai perantau yang pulang kampung cuma untuk bikin rusuh. Mungkin selera humor yang kering, membuat sang adipati tak paham seloroh seorang Alexandre Dumas – [...]

    Ping balik oleh the.tintamerah.info » Kebebasan: Kekritisan Kritik — November 26, 2008 @ 3:17 pm | Balas

  27. Kayaknya pak bupati frofesinya bukan sbg pemimpin lagi donk,tapi sbg gigoloooooooooooo….he…he

    Komentar oleh ananda — Maret 14, 2009 @ 2:57 am | Balas

  28. EH MALAM HAI KABUPATEN ABDYA,BUBANGAI LOM POLISI,MALAM MEURAYAB,UROE KA EH,PEGAH LE HABEH PENG LAM IPOK,YANG NA TEUPEU PEUNANTAK MANTONG,,,,,,EH,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,M.A.L.A.M?HEHEHEHEHHEEHH

    Komentar oleh riski aulia — Agustus 2, 2009 @ 2:09 pm | Balas

  29. PRESTASI YES!
    KORUPSI NO!
    REZEKI YES!
    MENCURI NO 1(MENCURI NOMOR 1)
    MENCUCI SMS IBU!

    Komentar oleh riski aulia — Agustus 2, 2009 @ 2:14 pm | Balas

    • he h ehe

      Komentar oleh jaka — Agustus 21, 2009 @ 6:31 am | Balas


Umpan RSS untuk komentar-komentar pada tulisan ini. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

The Rubric Theme. Create a free website or blog at WordPress.com.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: