Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Sayed Fuad Zakaria menyatakan prihatin dengan kondisi politik di Kabupaten Aceh Barat Daya
Pernyataan itu disampaikan Ketua DPRA di hadapan puluhan mahasiswa yang berunjuk rasa di Gedung DPRA Aceh, Senin (19/11). “Saya sudah kirim surat Gubernur Pemerintah Aceh agar menyikapi kondisi di Abdya,” kata Sayed.
Surat DPRA kepada Gubernur itu menurut Sayed juga diteruskan kepada Pangdam Iskandar Muda dan Kapolda NAD serta Kajati Aceh. “ini kami lakukan agar kondisi runyam di Abdya harus di akhiri, dan kita menyelesaikannya secara bersama-sama.” kata Sayed Fuad.
Lebih lanjut Ketua DPRA tersebut juga meminta politisi dan elit di Abdya segera melakukan rekonsiliasi sehingga pembangunan segera dapat dilaksanakan, “kalo tidak rakyat akan dirugikan,” ungkap Sayed.
Sementara itu dari Aceh Barat Daya dikabarkan kondisi rakyat kini terkotak-kotak setelah dua aksi ribuan warga dua kubu berbeda, Satu pihak ingin agar Bupati Abdya Akmal Ibrahim SH dan wakil Bupati Abdya Ir Syamsurizal M.Si di copot karena melakukan berbagai penyimpangan dana APBK dan di tuduh melakukan politik uang saat pilkada lalu.
di kubu berbeda, warga yang kebanyakan adalah PNS, ulama serta kelompok masyarakat lain meminta agar Bupati/Wakil Bupati Abdya di pertahankan sebagai pemimpin mereka, tuduhan atas kepemimpinan Akmal Ibrahim tersebut dianggap fidnah dan aksi menuntut di copotnya Akmal tersebut di Dalangi oleh dua kandidat Yang kalah bertarung dalam pilkada lalu.
Perpecahan ditengah warga itu juga di mulai dari kisruh para anggota Legislatif di kabupaten itu, para wakil rakyat di kabupaten itu terpecah dua, satu kelompok mendukung kepemimpinan Akmal Ibrahim sebagai Bupati Abdya, sebagian lagi meminta Akmal di copot kerena dinilai mendalagi mosi tidak percaya 22 anggota DPRK terhadap Ketua DPRK Abdya Said Samsul Bahri. Meski kemudian Akmal Ibrahim memastikan dia membantah terlibat dalam aksi mosi tersebut.
H!NA Magazine
Harga Minyak Pala dan Minyak Nilam
Jualan Kopi Aceh
Jualan Kaos
My Facebook
Waspada Online