News Pantai Barat

Juli 3, 2009

Pemerintah Pusat Sambut Baik Qanun Kesehatan Aceh

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — jaka @ 8:09 pm

Pemerintah Pusat menyambut baik isi qanun/aturan kesehatan yang akan diberlakukan di Provinsi Aceh, “Deptkes -Depertemen Kesehatan- sangat menghargai prakarsa Pemerintah Aceh dalam menyusun rancangan qanun kesehatan,” ungkap Kepala Biro Hukum dan Humas Aceh, Hamid Zein, SH M.Hum. Kamis (25/6) malam.

Tim Pemerintah Aceh (PA) yang dipimpinnya bersama Kadis Kesehatan, Dr.TM.Thaib, dan pakar Hukum di Aceh Mawardi Ismail, Zuhri serta tim expert Dr.Mahlil, Peter dan Bernhard May, sudah malakukan konsultasi Rancangan Qanun tentang kesehatan

Konsultasi tersebut dimaksudkan dalam rangka sinerjisasi materi muatannya qanun, sehingga terhindar dari berbagi benturan dengan berbagai perundangan sektoral. Hamid menyebut tim Aceh yang difasilitasi oleh Program GTZ Agsi diterima oleh Prof.DR.Budi Sampurna, Kepala Biro Hukum Setjen Depertemen Kesehatan RI

Pada prinsipnya jajaran Deptkes sangat menghargai prakarsa PA untuk menyusun Rancangan Qanun kesehatan yang akan membawa kemaslahatan bagi kesehatan masyarakat Indonesia yang berdomisili atau berada di Aceh.”
Jajaran Deptkes meminta waktu 4 hari untuk mempelajari materi muatannya dan hasil masukan tesebut segera disampaikan ke Pemerintah Aceh.” sebut Hamid

Tim Pemerintah Aceh bersama beberapa unsur Departemen melanjutkan pembahasan Rancangan Peraturan Pemerintah terkait kewenangan pemerintah yang bersifat Nasional di Aceh. Pembahasan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber seperti Feri Mursyidan Baldan anggota DPR RI, Direktur Penataan Daerah dan kawasan Khusus.

Pembahasan Rancangan Peraturan Pemerintah berlangsung serius dan sejumlah Pemerintah Pusat sudah dapat memahami substansi yang perlu diatur dalam RPP tersebut.

Wagub Aceh Dapat Kado Ultah Istimewa

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — jaka @ 8:07 pm

1 Juli 2009 lalu merupakan hari istimewa bagi Muhammad Nazar, Wagub Pemerintah Aceh itu juga mendapat kado istimewa dari Wakil menteri luar negeri Thailand, Panich Vieitsreth.

Diplomat dari Negeri Gajah mengajak Duta Besar Thailand, untuk Indonesia, Akrasid Amatayakul. Ketua DPRA, Sayed Fuad Zakaria dan seluruh Pejabat Aceh yang hadir dalam jamuan makan malam di Meuligo Aceh untuk berdiri dan mengangkat gelas (cheers) sebagai bentuk penghargaan karena Nazar hari itu genap berusia 36 tahun.

Sungguh sebuah kejutan di ujung pidatonya malam itu, hingga membuat Nazar tersanjung dengan aksi Wakil Menlu Thailand itu, terlebih juga mengundangnya ke Thailand bersama Gubernur Pemerintah Aceh, Irwandi Yusuf untuk melihat dan membahas kerjasama yang akan dibangun oleh Pemerintah Thailand dan Pemerintah Indonesia lewat Aceh.

Sebelumnya Nazar dalam pidato berbahasa Inggris pada makan malam itu menyebutkan harapan besar Pemerintah Aceh untuk dapat bekerja sama dengan pemerintah Thailand dalam banyak hal, terutama ekonomi, dan pendidikan serta teknologi pertanian.

Nazar juga menyebutkan ada banyak kesamaan antara Aceh Thailand tentang beberapa nama wilayah, seperti panga, dan cemprong di pantai barat Aceh yang juga ada di Negara Thailand. Selain mengudang Panich dan duta seni thailand untuk menyemarakkan Pekan Kebudayaan Aceh pada Agustus mendatang

Panich menyambut baik keinginan Pemerintah Indonesia melalui Aceh itu untuk bekerjasama, ia berjanji akan hadir dalam arena PKA di Aceh dan melihat peluang kerjasama dengan beberapa propinsi di Thailand yang dirasakan cocok dalam kerjasama yang akan dibangun itu. Panich juga mengaku terkesan dengan rasa kopi Aceh yang di suguhkan, hingga soal itu di sampaikannya di awal pidatonya.

Acara silaturahmi itu juga di isi dengan berbagai tarian dari Wilayah Bener Meriah, serta rapai geleng yang di bawakan sangar Cut Nyak Dhien Meuligo Aceh. Selamat Ulang Tahun Pak Wagub. Salam

Juni 27, 2009

Pedagang Protes KSU

Diarsipkan di bawah: New — jaka @ 2:41 am

Terancam Gulung Tikar

Belasan pedagang kelontongan serta peralatan nelayan yang berjualan di Komplek Nelayan Ujong Serangga, Kecamatan Susoh Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) kini terancam gulung tikar setelah sebuah toko swalayan ikut berjualan di wilayah itu.

Para pedagang eceran memprotes kehadiran toko swalayan milik Koperasi Serba Usaha (KSU) yang mengelola dana APBA Rp2,9 milyar itu.

Wakil pedagang kios eceran, Suwardi Senin (22/6) mengatakan usaha mareka terancam tutup karena sering tidak sejak hadirnya swalayan milik koperasi. “Kami sudah layangkan surat keberatan kepada Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Abdya,” kata Suwardi.

Suwardi mengharapkan wakil rakyat di kabupaten itu meninjau kembali keberadaan toko swalayan milik koperasi itu. Seharusnya koperasi milik nelayan itu untuk membantu dana  kepada kios-kios kecil untuk menambah modal usaha, bukan pesaing yang menjadi pembunuh usaha mereka.

Sementara itu Ketua Koperasi Serba Usaha, Zulisman secara terpisah menyebut kehadiran toko swalayan diperuntukkan untuk nelayan di kawasan Ujong Serangga, terutama saat akan melaut, Nelayan dapat mengambil barang di swalayan saat melaut dan membayarnya usai melaut, sebut Zulisman

Sementara itu Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menegah Abdya Drs. Syarifuddin mengatakan keberadaan toko swalayan untuk memudahkan nelayan di kawasan ujong Serangga, dan kehadiran KSU semata mata untuk kesejahteraan nelayan yang menjadi anggotanya

Dewan Abdya Desak Polisi Usut Tuntas Kasus Foto Bupati

Diarsipkan di bawah: New — jaka @ 2:38 am

Pimpinan DPR Kabupaten Aceh Barat Daya mendesak pihak kepolisian mengusut tuntas kasus foto mesra Bupati Aceh Barat Daya, Akmal Ibrahim SH dengan seorang perempuan yang disebutkan Ahli telematikan, Roy Suryo 80 persen bukan Ida Agustina.

“Polisi harus kejar pernyataan Roy (Roy Suryo-red) itu, dan harus diusut tuntas, sehingga masyarakat tidak resah lagi,” kata Wakil Ketua DPRK Asmadi, SmHk dalam satu peryataan Senin (22/6) siang.

Hal senada juga disampaikan Ketua DPRK Abdya secara terpisah ketika dihubungi, menurut Said pihak  kepolisian harus menjawab keraguan masyarakat serta wakil rakyat di  kabupaten itu tentang identitas perempuan itu, “Polisi harusnya menjawab itu,” ungkap Said

Namun demikian bila pernyataan Roy tidak benar, maka kepolisian juga harus menuntut balik Roy Suryo karena telah memberikan rasa tidak aman kepada warga Abdya. Anggota Dewan kata Said juga akan memberikan dukungan pada kelurga Akmal Ibrahim untuk mengugat kembali Roy Suryo. “Kita harus tunjukkan bahwa kita siap salah, dan siap menuntut kembali demi kewibawaan daerah,” ungkap Said

Sebelumnya Roy mengeluarkan peryataan dua kali secara terpisah, pertama Roy menyebut perempuan dalam foto bersama Akmal dalam satu ranjang bukan Ida Agustina yang tak lain Istri Akmal, peryataan kedua disampaikan Roy di saat menjadi saksi ahli di Pengadilan Negeri Tapaktuan atas kasus pencemaran nama baik yang di sangkakan kepada 4 tersangka warga Abdya karena dituduh menyebarkan foto Akmal dan perempuan.

Sementara itu, kasus pencemaran nama baik yang disangkakan kepada Roy Suryo oleh Akmal Ibrahim yang kini ditangani oleh Poltabes Kota Banda Aceh belum juga menunjukkan perkembangan, terlebih permintaan polisi agar  Akmal Ibrahim menyerahkan HP/telepon genggam miliknya belum juga terealisasi, hingga pengusutan atas kasus itu mandek

Waspadai Upal Beredar Menjelang Pilpres

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — jaka @ 2:34 am

Pegawai BRI Aceh Terlibat

Menjelang pemilihan presiden polisi Kota Besar Banda Aceh berhasil mengungkap peredaran uang palsu, Minggu (7/6) pekan lalu Ramli, seorang Pegawai Bank Rakyat Indonesia di Aceh di bekuk polisi karena di duga terlibat.

Sebuah sumber polisi di Banda Aceh Jumat (12/6) malam, menyebut bersama Ramli juga disita Rp12 juta uang palsu pecahan Rp100 ribu dari kediamannya di Kawasan Lamcie, Peukan Bada pada Minggu (7/6) lalu.

Muhammad Mahmud, AMBM Kanca BRI Banda Aceh, yang di hubungi Waspada Sabtu (13/6) pagi membenarkan Ramli ditangkap polisi, “Kita tahu sudah ditangkap, sejak senin dia (ramli) tidak masuk kantor, tapi kita tidak tahu kasusnya,” ungkap Muhammad.

Sementara Kapoltabes Banda Aceh, AKBP Syamsul Bahri yang di hubungi memilih bungkam, namun sumber waspada menyebut sejumlah keterlibatan sejumlah orang penting di Aceh terlibat, bahkan seorang mantan kombatan GAM, Tgk Saiki juga terlibat.

Kronologis kejadian berawal ketika satu kedai grosir di Banda Aceh merasa di rugikan setelah seorang pelaku mengunakan uang palsu membeli kebutuhan di kadainya.

Dari sanalah polisi berhasil mengungkap kasus tersebut, kini polisi masih mencari tokoh utama pembuat uang palsu tersebut, berikut mesin pencetaknya.

Kasus itu merupakan pengungkapan terbesar upal di Aceh tahun ini, karena disamping uang yang diamankan berjumlah besar, dan beredar menjelang pilpres.

Halaman Berikutnya »

Blog pada WordPress.com.