News Pantai Barat

November 15, 2009

Nasip Jembatan Lambeuso?

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — jaka @ 4:04 pm

Pembangunan jembatan rangka baja Lambeuso,  Kecamatan Jaya Aceh Jaya hingga sekarang tak kunjung selesai.

Di duga terhambatnya pembangunan jembatan itu karena ada gangguan warga setempat, Pemerintah Aceh diminta serius mendesak USAID menyelesaikan masalah tersebut. Namun secara terpisah Pengawas Jalan Jembatan Wilayah Aceh Jaya, Samsul Bahri menyebutkan gangguan keamanan itu hanya alasan Pelaksana Pembangunan Jalan pada Section IV PT Wika saja.
(lagi…)

Kerabat Bupati Pidie Jadi PNS Lewat Jalur Belakang

Diarsipkan di bawah: New — jaka @ 4:01 pm

Penerimaan Pegawai Negeri Sipil (PNS) formasi umum tahun 2008 Kabupaten Pidie yang seleksinya dilaksanakan secara serentak di seluruh Aceh pada 16 Desember tahun lalu menyisakan masalah, Zulfikar, S.Pt kerabat dekat bupati disinyalir masuk PNS dari pintu belakang alias tidak lulus namun di luluskan. (lagi…)

Celana Jean dilarang, Korupsi?

Diarsipkan di bawah: New — jaka @ 3:45 pm

Penerapan syariat di Kabupaten Aceh Barat harapkan tidak hanya mengatur kehidupan masyarakatnya terutama pakaian perempuan, namun harus menyeluruh hingga pada kehidupan pelaksana pemerintah, “Semua harus islami,  tidak hanya melarang perempuan pakai celana jean, Korupsinya bagaimana?,” tanya M Alhamda, Aktivis Lembaga Bantuan Hukum Pos Meulaboh, Jum’at (13/11) siang.
(lagi…)

Juli 30, 2009

Pelayanan RSU ZA Buruk

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — jaka @ 6:01 am

Rumah Sakit Umum Zainal Abidin kembali mendapat lebel sebagai rumah sakit dengan palayanan buruk oleh pasien.

Hal itu disampaikan Fadhli Abdullah, setelah satu keluarganya diserang penyakit aneh, “gejalanya itu demam, kepala pusing, flu dan sendi lutut sakit,” kata Fadhli Rabu, (29/7) siang.

Anehnya rumah sakit tidak bisa memberikan kepastian tentang penyakit yang di derita keluarga besarnya, pelayanan yang buruk tersebut di sampaikan Fadhli saat akan tes darah sepekan lalu, “Pihak rumah sakit mengatakan tidak ada petugas malam hari, dan tenaga pemeriksa yang ada cuma untuk tes darah biasa saja,” ungkap Fadhli menirukan keteragan pihak rumah sakit

Pada akhirnya tes darah harus dilakukan di Rumah Sakit Harapan Bunda, meski di sana Fadhli juga tidak mendapatkan kepastian tentang serangan penyakit yang datang bertubi-tibu pada keluarganya, “Hari pertama dua anggota keluarga saya yang kena, berikutnya bertambah dua, dan seterusnya,” ungkap Fadhli

Saat ini keluarga masih menjalani perawatan di rumah sakit diantarnya Helmi Fadhli, Bahaqi Ibrahim, M Fajar Fadhli, Liza Zakaria, Hariah dan Cut puteh serta Alkharami.

Fadhli meminta Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf untuk mengevaluasi kinerja aparaturnya, karena rumah sakit mewah dengan peralatan canggih yang seharusnya menjadi harapan bagi kesembuhan keluarga dan pasien lainnya tidak terwujud.

“Masyarakat bukan tidak tahu milyaran rupiah uang rakyat digunakan membeli peralatan dan dengan pajak kami dokter dan pegawai disana di gaji, tapi apa yang kami dapatkan,” ungkap Fadhli.

Direktur Rumah Sakit Umum Zainal Abidin, Dr Taufik Mahdi tidak bisa di hubungi, untuk mendapatkan konfirmasi demikian juga Direktur Medik RSU ZA, Dr Andalas. Namun lewat pesan veronika berbahasa Aceh, Dr Taufik meminta untuk di hubungi kembali

Juli 27, 2009

32 Perusahan Dapat Izin Investasi Di Aceh

Diarsipkan di bawah: New — jaka @ 5:33 pm

32 Perusahaan telah mendapat izin berinvestasi di Aceh, 31 diantaranya milik asing (Penanaman Modal Asing/PMA), satu perusahan milik lokal (Penanaman Modal Dalam Negeri).

Laporan Badan Investasi dan Promosi Aceh dalam Rapat Koordinasi Rekonsiliasi Data PMA dan PMDN di Pade Hotel Banda Aceh, Senin (27/7) itu menyebut data investasi perusahan di berbagai bidang jasa itu.
(lagi…)

Halaman Berikutnya »

Blog pada WordPress.com.